Laman

Friday, February 19, 2010

Kemenangan Sejati

Alkisah, dalam sebuah dialog yang hebat antara Sun Tzu dengan Raja Ho Lu, ahli strategi ini menyatakan bahwa mengalahkan musuh tanpa berperang adalah kemenangan sejati. Sesungguhnya, memang inilah prinsip fundamental strategi perang Sun tzu.
Memang ada kata-kata demikian, "100 kali perang 100 kali menang". Tetapi kemenangan seperti ini bukanlah kemenangan puncak. Menurut Sun Tzu, mengalahkan musuh tanpa berperang, itu baru indah. Luar biasa!
Dalam bisnis, prinsip mengalahkan lawan tanpa berperang juga berlaku. Tetapi, fakta di lapangan justru memperlihatkan, banyak perusahaan gagal mengaplikasikan strategi ini.
Contoh: dalam persaingan bisnis, ada kalanya perusahaan yang sama besarnya habis-habisan beradu strategi untuk saling mengalahkan. Mereka menggempur konsumen dengan produk-produk yang bersaing ketat secara langsung. Mereka juga berusaha saling mengalahkan atau merebut perhatian konsumen dengan iklan besar-besaran.
Contoh lain, perusahaan besar yang menghabiskan energinya untuk menggarap habis perusahaan-perusahaan kecil yang muncul sebagai pesaing baru. Atau situasi sebaliknya, perusahaan yang masih baru memaksa adu kuat dengan perusahaan besar dan mapan. Perusahaan baru ini menghabiskan sumber dayanya untuk meladeni perang dengan musuhnya yang jauh lebih kuat. Ini sia-sia belaka.
Dari contoh-contoh di atas, kalaupun salah satu dari perusahaan akhirnya menang, sesungguhnya kemenangan itu dibayar dengan harga yang sangat mahal. Dalam situasi kompetisi yang begitu ketat, adakah cara menang bersaing tanpa berperang? Jawabnya tegas, ada!
Pilihannya adalah kerjasama, membangun aliansi bisnis, atau bahkan merger. Bagi dua atau lebih perusahaan besar yang semula habis-habisan bersaing, maka ketiga pilihan tersebut dapat mempersatukan kekuatan mereka menjadi kekuatan bisnis yang jauh lebih besar dan sulit ditandingi.
Bagi perusahaan besar yang merangkul perusahaan kecil, maka kekuatannya pun bertambah dan ancaman pun hilang. Sementara perusahaan kecil yang bergabung atau bekerjasama dengan perusahaan besar, sudah pasti akan selamat dari ancaman dihabisi oleh perusahaan besar.
Inilah hakikat strategi menang tanpa berperang. Inilah kemenangan yang sejati. Win-win solution!
Dikutip dari Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is My Right
Salam Sukses Luar Biasa!!
www.andriewongso.com

Berpikir dan Bertindak Strategis

Ada pepatah mandarin yang berbunyi; "Orang ceroboh perang dulu untuk mengejar kemenangan. Orang bijak menganalisis kemenangan dulu sebelum berperang." Pepatah ini menegaskan pentingnya berpikir strategis dalam pengambilan keputusan maupun tindakan. Berpikir matang, baru bertindak.
Jika anda masih ingat dengan ulasan-ulasan saya terdahulu tentang strategi perang Sun Tzu, pepatah tersebut menegaskan kembali fundamentalnya tindakan menganalisis situasi medan pertempuran sebelum memutuskan berperang. Menang dan kalah dalam perang harus bisa dikalkulasikan. Supaya bisa memetakan kemenangan, kita harus menguasai medan, mengetahui kekuatan lawan, dan tentu saja mengetahui kekuatan maupun kelemahan kita sendiri.
Dalam dunia manajemen dan marketing, prinsip ini tegas berlaku. Contoh; dalam peluncuran produk baru kita tidak bisa bertindak sembarangan. Hanya karena melihat sekilas sebuah produk digemari konsumen, lalu kita ikut-ikutan memproduksi produk semacam itu. Atau hanya karena kompetitor mengeluarkan produk tertentu, kita harus menyainginya dengan produk yang mirip. Atau terjun dalam pertempuran melawan produk yang sudah sangat mapan posisinya.
Tindakan-tindakan membabi buta seperti itu bisa membenturkan kita ke tembok kekuatan pesaing yang jauh lebih kuat. Orang yang ceroboh tidak bertindak secara strategis. Orang sembrono cenderung mengikuti emosinya, bahkan untuk hal-hal yang sangat menentukan hidup matinya. Ini mental yang sangat berbahaya. Ini sama saja dengan bunuh diri.
Sebaliknya, jika kita bijak, kita harus sangat waspada dalam memetakan kekuatan lawan. Kita harus menggunakan daya pikir kita untuk menganalisis peluang kemungkinan kemenangan kita. Orang bijak tidak akan mengambil keputusan bertindak jika berdasarkan analisisnya tindakan tersebut justru mendatangkan kerugian atau kebangkrutan.
Dalam contoh peluncuran produk baru di atas, kita bisa bertindak strategis, misalnya; kita bisa mencari daerah lain yang belum ketat persaingannya. Kita bisa mencari segmen pasar yang terlupakan atau belum digarap oleh pesaing besar. Atau kita lakukan inovasi produk-produk baru yang belum ada di pasaran dan menjadi perintis pasar.
Dengan analisis dan tindakan-tindakan yang strategis, berpikir matang sebelum bertindak, maka kita bisa meminimalisir kemungkinan kerugian atau kekalahan. Sebaliknya, dengan berpikir dan bertindak strategis, kita bisa memastikan kemenangan kita. Dalam bidang apa pun.

Sun Tzu – Smart 01

Seorang maestro perang legendaris mengatakan :
Zhi ji zhi bi, bai zhan bai sheng
Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri sekaligus mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, 100 x berperang 100 x akan menang
Kata-kata diatas adalah salah satu konsep strategi perang yang terkenal dari seorang panglima besar sejarah tiongkok kuno bernama : Sun Tzu, yang lahir lebih dari 2400 tahun yang lalu.
Karya besarnya berupa kitab perang, terdiri dari 13 bab, yang ditulis diatas bilah bambu, dikenal dengan (Sun Tzu bing fa) atau strategi perang Sun Tzu,
Ide, teori, filsafat dan kualitas strategi pemikiran Sun Tzu telah dipelajari dan dipakai sebagai sumber inspirasi oleh para tokoh dunia, politikus, bisnisman yang diaplikasikan dalam bidang militer, bisnis, marketing, manejemen, leadership, professional, olahraga dan lain sebagainya.
Dalam hal ini.
Jika kita kaitkan dengan aplikasinya di bidang marketing, untuk tetap survive dan memenangkan persaingan, tentu saja tidak bisa lepas dari konsep Sun Tzu: Zhi ji zhi bi, bai zhan bai sheng, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri sekaligus mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, 100 x berperang 100 x akan menang.
dan hal ini sangat similar dengan analisa marketing modern yang kita kenal dengan sebutan “SWOT” analisis, Strength, Weakness, Opportunity, Threath, atau Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Ancaman. Hal ini telah dipraktekkan selama puluhan tahun oleh para marketer di seluruh dunia.
Sebagai contoh, bila kita ingin melaunching produk baru, tentu saja sebelumnya, harus mengetahui dan menganalisa kekuatan pasar dan pesaing,
Mulai dari produsennya, harga, citra merknya, kualitas produk, segmen pasar, sdm nya dan faktor2 lain yang terkait, sehingga dapat menyusun strategis marketing yang efektif untuk merebut peluang dan meraih sukses yang optimal.
Sebaliknya, Jika kita sembrono tanpa analisa yang rinci dan buta akan masalah perencanaan marketing, maka usaha yang kita lakukan tidak akan maksimal, membuang banyak energi, terhambat atau bahkan mengalami gagal total,
persis dengan konsep lanjutan Sun Tzu :Puk Che Chi Pu Che Bie Pai Chan Pik Pai, artinya Tidak mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri juga tidak mengenal kekuatan dan kelemahan musuh, maka 100x berperang 100x pasti kalah!
Saya rasa, tidak ada satu produkpun yang sukses di Indonesia dan dunia tanpa melalui perencanaan dan strategi marketing yang kuat dan di dukung oleh analisa yang matang ,rinci ,mendasar dan menyeluruh baik dari intern atau ektern.
Jelas sekali konsep Sun Tzu memang relevan untuk diaplikasikan dalam bidang marketing dan bisnis.
Dikutip dari Andrie Wongso ,
Action and Wisdom motivation traning,
Success is My Right.
Salam sukses luar biasa !!!

Action is Power


PDF

Print

E-mail

Sebuah pepatah klasic berbunyi: jien li she ie ik puu : artikan perjalanan seribu mil dimulai dengan langlah pertama.
Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan
Memang benar tindakan adalah kekuatan !
Action is power!

Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama.
Hal ini mengingatkan saya pada ciri2 manusia yang menurut saya ada 4 type tentang teori dan praktek.

Tipe pertama , yaitu orang yang tidak punya teori sekaligus tidak praktek, Orang seperti ini tidak memiliki semangat dan tidak mau belajar. Kehidupannya tanpa tujuan, tanpa gairah.hidup hanya dijalani ala kadarnya, Inilah pilihan orang–orang gagal. Mungkin tipe ini menjadi bagian terbesar dari sebuah masyarakat yang tertinggal.

Tipe kedua, orang yang punya teori tetapi tidak praktek. Inilah tipe orang yang senang mengumpulkan serta menyerap berbagai macam teori, namun Sayang, segudang teori yang dimilikinya, tidak mampu dipraktekan dengan tindakan nyata. Jadi, yang ada hanya teori kosong alias nato, not action theori only.

Tipe ketiga ,Yaitu orang yang tidak punya teori tetapi mampu praktek.mampu menjalankan seperti yang diteorikan orang lain, Inilah tipe orang yang berorientasi pada tindakan, mau belajar dari pengalaman, teori, maupun kebijaksanaan orang lain, tipe orang ketiga ini mungkin pada awal melangkah akan mengalami berbagai macam gangguan, kesulitan, bahkan kegagalan, namun dia menyadari semua itu harus dihadapi sebagai pembelajaran dan pematangan mental, Di sinilah letak para otodidak sejati yang belajar melalui keberanian tindakan.
Tipe keempat, orang yang punya teori sekaligus mampu memprakteknya. sudah pasti tipe ini adalah orang yang mantap dan matang mentalnya, karena tertempa oleh banyaknya problem kehidupan yang mampu dikendalikan dan diatasi, Inilah tipe orang sukses yang paling ideal. Tipe orang yang optimis, punya visi, sekaligus berani melangkah.

Ingin menjadi type yang manakah anda? semua pilihan tergantung ditangan anda.
Life is not theory, life is action ! hidup bukanlah teori, hidup adalah aksi!
Sing tung ciu she lik liang ! action is power ! tindakan adalah kekuatan !!!

Sekali lagi jien li she ie ie puu. Seribu langkah dimulai dengan langkah pertama.

Dikutip dari Andrie Wongso
Action and wisdom motivation training, success is my right!!
Salam sukses luar biasa !!!